Kuba, Evav Terkini.com
Kondisi Ruas jalan dari Yamtimur hingga Hollat saat ini sangat memperihatinkan, betapa tidak ruas jalan utama yang menghubungkan kurang lebih 7 kampung itu selalu menjadi momok dan bayang-bayang ketakutan bagi setiap pengguna jalan dengan kenderaan yang hendak melintas di jalur itu, selain kenderaan yang berpotensi rusak, nyawa manusia pun menjadi ancaman.
Terkesan kondisi jalan tersebut dibiarkan terus-menerus dari tahun ke tahun, dan hanya dimanfaatkan kekuatan warga pada momen politik, dan setelah itu dibiarkan apapun nasib yang mereka alami. Hal yang sama juga terjadi pada ruas jalan wilayah Fako sampai Reyamru yang menghubungkan Kecamatan Kei Besar dengan Kecamatan Kei Besar Utara Timur.
Petrus Emanuel Temorubun, S.IP salah satu Pemuda dari Ohoi Yamtimur Kecamatan Kei Besar Utara Timur Kabupaten Maluku Tenggara, minta perhatian dan kehadiran Negara yang memiliki kewajiban penuh untuk hadir menyelesaikan persoalan tersebut, kalau merasa wilayah tersebut masih bagian dari Indonesia dan khususnya Maluku Tenggara.
” Kami minta Kehadiran Negara perihal memperhatikan dan segera Membangun Ruas Jalan Utama Yamtimur, Kilwair, Tuburngil, Ohoiwirin, Hollay, Hoko, sampai Hollat. Antar harapan dan kenyataan, ” ujar Petrus dalam rilisnya yang diterima media ini Senin (9/3/2026).
Kata Temorubun, kondisi ruas jalan tersebut saat ini sudah persis batu-batuan yang berserakan di dalam sungai atau di pantai, kondisi ini sangat meresahkan masyarakat, konsekuensinya menghambat perkembangan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.
” Hanya saja sampai dengan saat ini Ruas jalan tersebut sudah sama persis dengan Batu-batu yang berserakan di dalam Kali atau Sungai. Ini cukup meresahkan warga Jazirah Desa desa pesisir yang di sebutkan di atas dan buntut pada akses Ekonomi Masyarakat, ” cetusnya
Menurutnya, selain Kecamatan Kei Besar Utara Timur 3 Kecamatan lain yakni Kecamatan Kei Besar, Kecamatan Kei Besar Utara Barat dan Kecamatan Kei Besar Selatan sebagai wilayah perbatasan sehingga tidak ada alasan dan wajib mendapat perhatian, bahkan secara nasional wilayah-wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai Lokasi Prioritas (LOKPRI).
” Di Wilayah Lokasi Prioritas (LOKPRI) Perbatasan Kecamatan Kei Besar Utara Timur Masuk sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara bersama tiga Kecamatan yang lain di Pulau Kei Besar yang masuk dalam Lokasi Prioritas Perbatasan RI di Maluku Bagian Selatan persis di Kabupaten Maluku Tenggara. Harus mendapatkan perhatian, ” tegasnya.
Sebagai bagian dari kaum Muda, ia menghimbau pemerintah pusat agar segera mengevaluasi program kerja yang tidak efektif dibandingkan kebutuhan infrastruktur jalan dan transportasi di wilayah-wilayah pedesaan yang terpencil seperti di daratan pulau Kei Besar.
” Sebagai anak muda Indonesia, Saya minta kepada negara teristimewa Presiden agar bisa mengoreksi kinerja Kementerian teknis yang berkaitan dengan kerja program strategis nasional, agar lebih jeli melihat skema pembangunan nasional yang mana seperti di wilayah terpencil yang lagi terabaikan selama ini, ” pintanya
(tarsytemorubun)
