TUAL– Evav-Terkini.com
Upaya mendorong peningkatan konektivitas wilayah kepulauan terus diperjuangkan. Tokoh Masyarakat Kei di Jakarta, Daud Tetlageni, S.H., M.H., bertemu langsung dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., didampingi Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H.
Pertemuan yang berlangsung di Kota Tual pada Kamis (24/9/2026) tersebut secara khusus membahas usulan penambahan armada kapal feri guna melayani masyarakat di tiga kecamatan kepulauan terluar: Kecamatan Tayando-Tam, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, dan Kecamatan Kur Selatan.
Daud menegaskan, transportasi laut bukan sekadar sarana perpindahan, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Transportasi adalah kebutuhan dasar bagi kami orang pulau. Dengan transportasi yang memadai, perputaran ekonomi akan berjalan lancar, apalagi di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda Indonesia saat ini,” ujarn
Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Tual dapat bersinergi memperjuangkan penambahan armada feri ke pemerintah pusat, agar seluruh pulau di ketiga kecamatan tersebut terlayani secara rutin dan berkeadilan.
Menurutnya, keterbatasan jumlah kapal selama ini menjadi persoalan berulang yang menghambat mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga pemasaran hasil tangkapan nelayan. Padahal, ribuan warga di Tayando-Tam, Pulau-Pulau Kur, dan Kur Selatan masih sangat bergantung pada jalur laut sebagai satu-satunya akses menuju pusat pemerintahan dan perekonomian di Kota Tual.
(RF)
