Tual.—- Evav-Terkini.com
Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K, menghadiri upacara pembukaan Sidang ke-46 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Minggu (25/10) mulai pukul 10.15 WIT hingga 12.30 WIT di Gedung Gereja Maranatha, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual.
Agenda strategis keagamaan tahunan yang diikuti sekitar 250 peserta dan tamu undangan se-Maluku serta Maluku Utara ini turut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerisaa, S.H., LL.M beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, Wali Kota Tual Hi. Ahmad Yani Renuat, Bupati Maluku Tenggara Drs. Hi. M. Taher Hanubun, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama, adat, dan masyarakat lintas wilayah.
Rangkaian acara yang diawali dengan ritual adat, laporan panitia, hingga prosesi In Memorium tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Hendrik Lewerisaa yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gereja untuk menghadapi tantangan sosial kemasyarakatan seperti pengaruh buruk media sosial, judi online, narkoba, kemiskinan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.
Di sela-sela kegiatan, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menyatakan dukungan penuh kepolisian atas jalannya persidangan ini dan menegaskan bahwa institusinya telah menyiagakan personel guna menjamin seluruh rangkaian acara dari pembukaan hingga penutupan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Tual dan Maluku Tenggara, terutama atas indahnya kerukunan dan tingginya nilai toleransi antarumat beragama yang ditunjukkan dalam menyambut kegiatan besar ini, dan Polri berkomitmen memastikan stabilitas kamtibmas tetap terjaga agar para peserta dapat bersidang dengan damai dan nyaman,” ujar AKBP Whansi Des Asmoro.
Sementara itu, Ketua Sinode GPM Pdt. Sacharias Izak Sapulette, S.Th., M.Si menggarisbawahi bahwa persidangan di Tanah Evav ini berfokus pada transformasi pelayanan 2025-2035, penguatan ketahanan keluarga, mitigasi krisis lingkungan, serta peningkatan pemberdayaan ekonomi warga jemaat.tutup”
