Elat (Ratas), Evav Terkini.com
Akibat adanya pengurangan dana desa, memaksakan para pemangku kepentingan terutama Pejabat dan Kepala Ohoi harus berpikir ulang soal mengalokasikan anggaran untuk setiap item kegiatan yang hendak dilaksanakan terutama jenis kegiatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan warganya.
Kendati demikian, namun tetap diharapkan semangat untuk bertanggung jawab membangun Ohoi selalu ada.
Kepala Ohoi Rahareng Atas (Ratas) Rony Ohoiner kepada media ini Rabu 10/3/2026 menyatakan, kondisi dana desa yang mengalami pemotongan sebesar 58,03 % tentu sangat berpengaruh pada pangu Anggaran dana desa yang telah ditetapkan.
Kendati demikian, kata Kepo Roni, hal ini bukan menjadi alasan untuk tidak membangun Ohoi, justru kondisi ini menurut Kepo menguji kita sejauh mana rasa mencintai Ohoi dan bertanggung jawab untuk membangun Ohoi
” Walaupun Efisiensi Anggaran tetapi sebagai warga negara kita harus bertanggung jawab membangun Ohoi, jangan kita beralasan karena dana, saatnya kita membangun Ohoi kalau bukan Katong (kita) siapa lagi membangun Ohoi, ” ajaknya
Dalam Pra Musrenbang Desa Rahareng Atas tahun 2026, disepakati sejumlah kegiatan yang mengacu pada 8 fokus penggunaan dana desa tahun 2026 antara lain, program pemberdayaan berupa budidaya tanaman kelapa yang secara teknis pengadaan dan penanaman bibit kelapa yang disiapkan oleh dinas pertanian, Ohoi hanya bertanggung jawab pemeliharaan.
” Katong (kita) hanya kasih masuk biaya pemeliharaan tetapi penanaman dinas (pertanian) yang tanggung jawab, jadi pengadaan bibit dan penanaman dari dinas, bibit akan di bagi untuk semua KK yang ada (82 KK) di Ohoi Ratas, ” cetus Kepo Rony.
Untuk pembangunan, kata Kepo, karena anggaran sedikit maka difokuskan pada kegiatan yang berupa rehab dan pemeliharaan yakni pengecatan pagar dan rehab bahu jalan sepanjang 50 meter yang rusak akibat hujan banjir beberapa waktu lalu.
” Anggaran untuk pembangunan hanya dua puluh lima juta rupiah, jadi kita pakai untuk pengecatan pagar, dan rehab bahu jalan sepanjang lima puluh meter,”
Kelembagaan tetap jalan hanya jumlahnya dikurangi baik linmas maupun kader, dan secara teknis akan diatur sehingga tidak saling mengecewakan. Begitu pun untuk penanggulangan kondisi ekstrim (BLT) tetap jalan dan dianggarkan.
(tarsytemorubun)
