Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerjunkan tim kkn untuk dua Desa/Ohoi di kecamatan Manyeuw kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku.Dan dalam waktu dekat direncanakan Tim KKN akan tiba di Malra pada tanggal 23 Juni 2025.
Kepada media ini lewat telepon Whatsap Asisten dosen Ilham Maulana mengirimkan lingk untuk bersama mengikuti perkenalan mahasiswa KKN dengan dua pemerintah Ohoi melalui zoom pada hari Minggu malam,1/6/2025.
UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan menerjunkan Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ke Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara.
Sebanyak 28 mahasiswa akan mengabdi di dua Ohoi di kecamatan Manyeuw kabupaten Maluku Tenggara yakni Ohoi Rumadian dan Ohoi Debut dari 20 Juni hingga 8 Agustus 2025.
Dengan mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Ketahanan Pangan Lokal Guna Mendukung Konservasi Kawasan Ekowisata Mangrove Terbesar Maluku”, program ini difokuskan pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Agenda utama meliputi konservasi ekosistem mangrove, pengembangan Artificial Patch Reef (APR), instalasi air bersih, pengelolaan sampah, serta pembangunan sistem informasi desa.
Dr. Antari Innaka, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menegaskan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat. Ia menyatakan bahwa program dirancang berdasarkan pemetaan potensi desa dan hasil evaluasi kegiatan KKN sebelumnya untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Rencana kegiatan ini telah dikoordinasikan secara daring pada 28 Mei 2025 bersama pemerintah desa dan unsur masyarakat setempat, yang menyambut antusias inisiatif tersebut. Pj. Kepala Ohoi Rumadian Rudolf A.H. Watratan dan Sekretaris Ohoi Debut Titus A.D. Letsoin menyatakan dukungan penuh serta mendorong integrasi program KKN dengan agenda pembangunan desa, termasuk inisiatif pembuatan website ohoi sebagai media informasi dan promosi wisata.
Koordinator tim mahasiswa, Ramma Yoasta, menekankan bahwa seluruh program akan dijalankan dengan pendekatan partisipatif dan menyesuaikan kebutuhan lokal. Sementara itu, Ilham Maulana selaku asisten DPL menambahkan bahwa KKN UGM di wilayah ini merupakan kelanjutan kemitraan sejak 2018, dan ke depan akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan BUMN dan sektor swasta.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah, Tim KKN-PPM UGM Manyeuw 2025 diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Maluku Tenggara.
Reporter Dewi Sirwutubun
