Elat, Evav Terkini.com
Kehadiran Klinik Pratama doctorSHARE di wilayah Kei, khususnya di daratan pulau Kei Besar kini sudah berusia 16 tahun tepatnya pada tanggal 18 November 2025.
Dalam usianya yang menginjak remaja ini, Poliklinik Pratama yang berlokasi di Gunung Taputar Kecamatan Kei Besar ini semakin meningkatkan eksistensinya dalam melayani pasien di wilayah pulau Kei Besar.
Bertempat di Ruang registrasi pasien, Manajer Poliklinik Pratama doctorSHARE Kei BesarĀ Ibu Farida Athur Siregar dalam acara syukuran ulang tahun bersama para pasien yang hendak berobat saat itu, mengatakan.
” docterSHARE sebagai Yayasan Sosial adalah mitra Pemerintah Indonesia yang membantu mengakselerasi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah terpencil dengan moto, Membawa Akses Kesehatan kepada Masyarakat Indonesia di daerah terpencil, ” pungkas Siregar
Siregar menambahkan, hingga tahun 2024, doctorSHARE Kei telah berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada 5.880 orang pasien dengan berbagai program kesehatan lainnya.
” Tahun 2024 doctorSHARE Kei sendiri telah berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan gratis pada lima ribu delapan ratus delapan puluh orang pasien dan program-program kesehatan lainnya seperti membangun kebun gizi, dan pelayanan kesehatan remaja putri dan program kesehatan Ibu dan anak, ” sebutnya menambahkan
Ia menjelaskan bahwa cikal bakal berdirinya Poliklinik Pratama doctorSHARE adalah berawal dari pengalaman penanganan operasi oleh dr. Lie Dharmawan, saat mengobati anak Susanti yang datang dari pulau Tanimbar. Kata Siregar, menurut dr. Lie kondisi anak tersebut waktu itu dalam hitungan 2 atau 3 jam jika terlambat ditangani maka kemungkinan besar anak tersebut akan meninggal. dr. Lie Dharmawan membayangkan betapa sulitnya orang sakit mencari pengobatan.
dr. Lie Dharmawan kemudian menjual rumahnya dan membeli 1 unit kapal dengan sistem rumah sakit bergerak terapung atau Rumah Sakit Kapal untuk dapat melayani masyarakat yang ada di daerah terpencil.
” Pengalaman pengobatan anak Susanti yang datang dari pulau Tanimbar ke Tual untuk dapat penanganan operasi oleh dr Lie Dharmawan, menurut dr Lie, anak itu kalau dua atau tiga jam terlambat ditangani, kemungkinan besar pasti meninggal, ” Ujarnya
” dr Lie membayangkan betapa sulitnya orang yang sakit di pulau-pulau saat mencari pengobatan. Kejadian itu menginspirasi dr Lie, ia kemudian menjual rumahnya untuk membeli satu buah kapal dengan sistem rumah sakit bergerak terapung atau Rumah Sakit Kapal untuk melayani orang sakit di daerah kepulauan, ” sebutnya menambahkan
Sejak tahun 2009 doctorSHARE hadir di Kei Besar (doctorSHARE Kei) dengan program Panti Rawat Gizi (PRT) oleh para relawan Pelayanan Tempat Terpencil (PTT) yang merawat anak-anak malnutrisi berat (2015) dan dialihkan menjadi pelayanan Klinik Kesehatan medis rawat jalan sejak tahun 2018 hingga sekarang.
” Program Panti Rawat Gizi merupakan program pertama doctorSHARE mulai pada tahun 2009 oleh para relawan Pelayanan Tempat Terpencil di pulau Kei Besar dengan merawat anak-anak malnutrisi berat hingga tahun 2015 dilanjutkan oleh beberapa relawan doctorSHARE. Dan Oktober 2018 kata Siregar dialihkan pada pelayanan Klinik kesehatan medis untuk rawat jalan sampai saat ini, ” sambungnya
” Kami berterima kasih atas doa, dukungan yang terus mengalir dari para sahabat doctorSHARE yang setia berjalan bersama kami. Mari berjuang bersama-sama ditahun selanjutnya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, ” ajaknya menutup.
t@rsytemorubun
