Kota Tual. EvavTerkini.com
Lunching tersebut di buka oleh Staf Ahli Walikota Tual Gufroni Rahanyamtel sekaligus membaca sambutan Walikota Tual H.Akhmad Yani Renuat S.Sos M.Si MH di Aula Kantor Walikota pada Selasa 09/12/2025.
Dalam kegiatan dihadiri oleh para 6 peserta. Salah satunya Performer ibu MASWATI RUMRA, SE. MM, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tual, Peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XVII thn 2025. pada BPSDM Provinsi Maluku, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Staf lingkungan pemerintah Kota Tual, para OKP Cipayung Plus, KNPI Dan HIPMI.
Walikota Tual dalam sambutannya “Peluncuran proyek perubahan pemerintah Kota Tual tahun 2025, terkait pelaksanaan kegiatan ini, saya selaku kepala daerah menyampaikan terimakasih dan apresiasi serta penghargaan kepada Bapak Ibu atas karya dan inovasi yang lahir lewat proyek perubahan yang sudah barang tentu akan membawah pengaruh dan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan yang optimal kepada masyarakat di Kota Tual dan tentu proyek perubahan ini juga diharapkan menjadi motor penggerak percepatan, perwujudan Tual sebagai kota yang maju, aman religius, berbudaya, bardaya saing dan berkelanjutan sesuai Visi Misi pemerintah Kota Tual saat ini.
Saya berharap, proyek perubahan ini dapat diimplementasikan dan terus berjalan sehingga apa yang sama-sama kita harapkan bisa terealisasi tentu untuk perkembangan tata kelola dan penyelenggaraan pemerintah.
Inovasi ini di gagas oleh Performer ibu MASWATI RUMRA, SE. MM, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tual, Peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XVII thn 2025.
GERTAK BUNDA “Gerakan Tangkap Ibu Hamil Malas Periksa Kehamilan” merupakan sebuah inisiatif promotif–preventif yang dilakukan secara terstruktur oleh Puskesmas bersama perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal sesuai standar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menekan risiko komplikasi kehamilan, mendeteksi dini faktor bahaya, serta meningkatkan angka kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan.
Dengan Judul, Gerakan “Tangkap Ibu Hamil Malas Periksa Kehamilan” merupakan sebuah inisiatif promotif-preventif yang dilakukan secara terstruktur oleh Puskesmas bersama perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal sesuai standar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menekan risiko komplikasi kehamilan, mendeteksi dini faktor bahaya, serta meningkatkan angka kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan.
Program ini diawali dengan pendataan dan pemetaan ibu hamil oleh kader posyandu dan bidan desa. Berdasarkan data tersebut, tim kemudian mengidentifikasi ibu hamil yang belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan atau memiliki jarak kunjungan yang terlalu lama.
Setelah terdata, tim melakukan pendekatan persuasif melalui kunjungan rumah (home visit) untuk memahami alasan mereka enggan memeriksakan kehamilan, seperti kesibukan, kurangnya pemahaman, akses transportasi, atau ketakutan tertentu.
Pada saat home visit, kader dan bidan memberikan edukasi, melakukan skrining awal, serta menyampaikan manfaat penting pemeriksaan ANC. Jika ibu hamil bersedia, tim langsung mengantar ibu hamil ke Puskesmas menggunakan kendaraan ambulans Puskesmas.
Sesampainya di puskesmas, ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC terpadu, meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan status gizi, pemeriksaan laboratorium dasar, pemberian suplemen, konseling gizi, serta rujukan kasus jika diperlukan. Tandasnya.
(RF)””‘
