TUAL. EvavTerkini.com
Kapolres Tual AKBP Adrian Soeharto Yonathan Tuuk memimpin langsung pengamanan bentrokan antarwarga Fiditan Kampung Lama (FKL) dan Fiditan Kampung Baru (FKB) yang terjadi di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual.
Dalam pengamanan tersebut, Kapolres Tual didampingi Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdi Manawan, serta melibatkan personel gabungan TNI–Polri dan Brimob guna mencegah meluasnya konflik dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Wartawan media ini mengonfirmasi Kabag Ops Polres Tual AKP Arif Jaya, S.H., pada hari Minggu 21/12/2025 “menjelaskan bahwa aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan situasi di lokasi konflik.
“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau pergerakan massa,” ujar AKP Arif Jaya.
Ia menambahkan, selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga melakukan langkah-langkah penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan, sekaligus mendukung upaya rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.
“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif, agar situasi dapat segera dikendalikan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” jelasnya.
Dalam pengamanan tersebut, sebanyak 130 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 57 personel Polri, 50 personel TNI, dan 23 personel Brimob Pelopor Batalyon C Maluku. Personel ditempatkan pada lima pos gabungan, yang meliputi empat pos penjagaan dan satu pos induk, guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Fiditan dilaporkan berangsur kondusif, sementara aparat keamanan masih bersiaga untuk memastikan tidak terjadi bentrokan susulan. Tandasnya. (RF)
