Langgur.- Evav-Terkini.com
Kabar mengejutkan datang dari pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kei Kecil Timur, Kei Kecil Timur Selatan, dan Manyeuw Tahun 2026.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, mengungkapkan Dana Desa tahun 2026 dipangkas hingga 58 persen.
Dari sebelumnya Rp121,6 miliar untuk 190 ohoi, kini tersisa Rp52,1 miliar setelah terbitnya PMK Nomor 7 Tahun 2026.
“Kalau anggaran datangnya berkurang, ide dan kerja jangan ikut berkurangan,” tegas Bupati di hadapan para camat, kepala ohoi, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat.
Banyak Potensi, Jangan Minder!
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan tidak ada kecamatan miskin di Maluku Tenggara.
Kei Kecil Timur (KKT) dan Kei Kecil Timur Selatan (KKTS) disebut sebagai lumbung pangan daerah, dengan komoditas unggulan jagung, ubi kayu dan kelapa.
Sementara Kecamatan Manyeuw menjadi gerbang pariwisata dengan destinasi unggulan seperti Pantai Ngurbloat yang terkenal dengan pasir putih terhalus.
Selain itu ada juga Ngur Sarnadan, Pantai Debut, serta potensi Ohoilir dan Ngirwarat yang terus dikembangkan.
“Ketika wisatawan datang ke Ngurbloat, mereka butuh makan. Pangan itu datang dari KKT dan KKTS. Ini satu ekosistem,” ujar Bupati.
Data kunjungan wisatawan pun menunjukkan tren positif. Dari 18.264 wisatawan pada 2020, melonjak menjadi 129.300 pada 2024.
Bahkan Desa Wisata Ohoi Ngilngof pernah meraih penghargaan pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Total Dana ke Ohoi Rp94,3 Miliar
Meski Dana Desa dipotong besar, Pemda Maluku Tenggara tetap mengalokasikan tambahan dari APBD.
Rinciannya: Alokasi Dana Ohoi Rp38,2 miliar, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Rp2,8 miliar, serta BPJS perangkat ohoi Rp1,2 miliar.
Total anggaran yang mengalir ke 192 ohoi tahun ini sekitar Rp94,3 miliar.
Namun Bupati mengingatkan, jumlah itu tetap belum ideal.
“Kita harus realistis. Dengan dana terbatas, pilih tiga sampai lima program paling mendesak,” tegasnya.
Ini Tiga Fokus Utama
Bupati meminta setiap ohoi mengarahkan anggaran pada:
Infrastruktur yang langsung menyentuh rakyat seperti jalan usaha tani, embung, gudang hasil panen, toilet wisata, dan dermaga kecil.
Penguatan ekonomi desa melalui BUMO dan koperasi untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Menghidupkan kembali Ve’e Kesyang atau kebun bekal sebagai fondasi ketahanan pangan keluarga.
Ia juga mendorong pemuda terlibat dalam pertanian modern dan pariwisata profesional, serta mengingatkan pentingnya menjaga tradisi sasi dan kelestarian alam.
“Dana dipotong, tapi tanah tidak pernah berhenti memberi. Selama kita kompak, Maluku Tenggara Hebat bukan sekadar ucapan,” pungkasnya.
Post: Buyung Balubun
