Oplus_131072
Elat (Werka), Evav Terkini.com
Warga Ohoi Werka Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara terpaksa mengambil langkah memutuskan jalan yang menghubungkan Harangur ke Wetuar, Jumat (30/5-2025)
Diguyur hujan deras air sedang mengalir deras, banjir sedang melanda di dalam kampung, warga langsung mengambil langkah penyelamatan dengan menggunakan alat seadanya, mereka menggali dan memutuskan jalan untuk menghalangi aliran air yang masuk ke dalam kampung karena akan berdampak rugi besar bagi warga.
Kepala Ohoi Werka Abraham Renurth dalam keterangannya kepada media ini Sabtu (31/5-2025) di kediamannya mengatakan, pihaknya bersama warga terpaksa mengambil langkah menggali jalan tersebut sebagai upaya untuk mencegah banjir susulan yang lebih parah lagi.
” Sebenarnya hal ini tidak bisa dilakukan karena saya pikir juga masalah kepentingan umum, tapi satu kewajiban juga. memang kewajiban juga kami harus ambil tindakan ini, ” cetus Kepo Renurth
Kepo Renurth menjelaskan, mulai awal pekerjaan penimbunan jalan, sudah ada perjanjian antara pihak kontraktor Perusahaan Evav Bangun Mandiri (EBM) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan Pemerintah Ohoi Werka untuk dibangun jembatan atau gorong-gorong, mengingat di tempat lokasi penggalian pemutusan jalan itu merupakan tempat bekas sungai yang musim panas kering tetapi saat musim hujan tiba air sungainya selalu meluap. Kendati demikian kata Kepo Renurth, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari kesempatan tersebut baik dari pihak Perusahaan maupun pemerintah daerah.
” Awal mulai pekerjaan jalan ini, kami sudah bicara dengan pihak kontraktor Evav Bangun Mandiri (EBM) dan Dinas Pekerjaan Umum, dalam pertemuan bersama dengan pemerintah Ohoi Werka dan sudah disepakati kalu saat penimbunan jalan, harus diperhatikan untuk dibuat semacam deker atau gorong-gorong, tapi tidak lakukan, ” kesalnya
Ia mengaku, setiap kali pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan selalu menyampaikan permasalahan yang sama, bahkan dalam pertemuan tersebut dengan tegas pihaknya mengancam akan memutuskan ruas jalan tersebut ketika terjadi banjir di dalam kampung.
” Sudah berulang kali setiap Musrenbang dua kali di Elat dan satu kali di Waur saya bicara masalah itu dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi karena setiap kali hujan pasti akan terjadi banjir di dalam kampung dan ini mengancam warga, lanjut Kepo sudah disampaikan tetapi tidak ada perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah, ” kesalnya
” Musrenbang saya sudah ambil keputusan kalau sampai terjadi banjir lagi akan saya ambil bahwa pemutusan jalan itu akan harus dilakukan, ” ancamnya menutup
Pewarta: Tarsy Temorubun
