ELAT (WERKA) — Evav-Terkini.com — Masyarakat Adat Ohoi Werka, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, melaksanakan pembukaan Sasi Laut di wilayah pesisir pantai mereka, Rabu (28/10/2026). Wilayah perairan tersebut telah ditutup selama beberapa bulan guna menjaga keberlanjutan sumber daya alamnya.
Kegiatan diawali dengan ritual adat yang dipimpin Raja Lorlabay, Bapak Hendrikus Renurth, di depan kampung. Acara kemudian dilanjutkan dengan proses panen ikan yang diikuti tidak hanya warga setempat, tetapi juga masyarakat dari kampung-kampung tetangga, baik dari arah timur maupun barat.
Dalam keterangannya kepada media, Raja Lorlabay, Hendrikus Renurth, menjelaskan bahwa Sasi merupakan bagian tak terpisahkan dari tatanan hidup dan tradisi budaya masyarakat Kei yang telah dijalankan leluhur sejak dahulu. Tujuannya adalah melindungi hak kepemilikan, sekaligus menjaga dan melestarikan potensi hasil alam yang dimiliki masyarakat adat.
“Kami di masyarakat adat Werka Lorlabay memegang teguh Sasi ini. Sasi melindungi hak pribadi masing-masing orang dan hak masyarakat. Pada saat panen, hasil alam — ikan, lola, teripang, hingga hasil darat — dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” ujar Raja Lorlabay.
Ia menambahkan, ke depannya masyarakat Werka tidak hanya fokus memanfaatkan hasil alam, tetapi juga menjaganya. Dalam waktu dekat, masyarakat adat Werka akan melaksanakan penanaman mangrove sebagai wujud nyata pelestarian lingkungan.
“Selain mengelola sumber daya alam, penanaman mangrove juga akan dilakukan sebagai komitmen dalam menjaga dan melestarikan konservasi sumber daya alam. Beberapa waktu lalu kami juga mengikuti pertemuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Yogyakarta terkait konservasi sumber daya alam, baik laut maupun darat. Saat ini kami sedang bersiap untuk melaksanakan penanaman mangrove,” tambahnya.
Raja Werka mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Lorlabay, agar terus menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat, karena melalui adat dan budaya, jati diri suatu komunitas dapat dikenal dan dijaga dari generasi ke generasi.
Sementara itu, Kepala Ohoi (Kepo) Werka, Abraham Renurth, menegaskan bahwa Pemerintah Ohoi Werka senantiasa mendukung setiap kegiatan adat yang dilaksanakan di wilayahnya.
“Pemerintah Ohoi tetap mendukung setiap kegiatan adat di Werka, karena ini adalah dasar tradisi dan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari pemerintahan adat,” ujar Kepo Werka.
Renurth juga menyampaikan dampak positif dari pelaksanaan Sasi selama ini, di mana kondisi terumbu karang di perairan Werka kini terlihat semakin membaik. Ia pun menghimbau seluruh warga dan masyarakat tetangga untuk bersama-sama menjaga potensi sumber daya alam, serta tidak menggunakan akar tuba yang dapat merusak dan mematikan terumbu karang.
(Publish: Tarsy Temorubun)
